Senin, 23 November 2015

Diaspora : Globalisasi,Keamanan, dan Keimigrasian



RESENSI DIASPORA : GLOBALISASI,KEAMANAN, DAN KEIMIGRASIAN
Untuk mata kuliah Konsep Dasar Kewarganegaraan
Dosen Pengampu:
Drs. Machmud Al Rasyid,SH.M.Si

Disusun oleh:

Nama   : Anggi Yoga Pramanda
                                    Nim     : K6414007





PRODI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
SURAKARTA


RESENSI BUKU DIASPORA : GLOBALISASI ,KEAMANAN, DAN KEIMIGRASIAN
A.  IDENTITAS BUKU
1.      Judul buku                   :Diaspora : Globalisasi, Keamanan ,dan Keimigrasian
2.      Penulis                         : Dr. M Imam Santoso,SH.MH.MA
3.      Penerbit                       : Pustaka Reka Cipta
4.      Tahun terbit                 : 2014
5.      Jumlah halaman           : 239 halaman
6.      Dimensi buku              : 16 x 24 cm

B.  ISI BUKU
Diaspora modern adalah kelompok etnis minoritas migran asal yang bertempat tinggal dan bertindak di negara tuan rumah, tetapi mempertahankan hubungan sentimental dan material yang kuat dengan tanah air atau negara asal mereka.
Pembahasan mengenai diaspora tentu saja tidak bisa dilepaskan keterkaitannya dengan migrasi manusia (human migration). Sehubungan dengan hal tersebut, migrasi internasional yaitu per-pindahan manusia di tataran antar negara, menjadi salah satu inti pembahasan globalisasi. Sebaran mereka seperti sedang membangun basis global untuk sebuah evolusi jaringan diasporik
Sejalan dengan hal itu, globalisasi menjadi tempat ideal bagi mengakarnya kapitalisme. Semangat meraih kemakmuran membuat tempat di belahan bumi yang manapun menjadi menarik. Dengan dukungan teknologi informasi dan komunikasi, ekonomi dunia terbentuk seperti kumpulan jejaring, di mana dengan adanya jaringan-jaringan tersebut, roda ekonomi dapat berputar kencang dan melingkupi seluruh belahan bumi.
Selain karena diaspora selalu terjadi ketika terdapat celah politik, diaspora juga adalah kelompok orang yang memiliki kemampuan merespon suatu rezim dan perubahan politik. Di sisi lain, politik di suatu negara, sesungguhnya bisa juga dipengaruhi oleh kekuatan diaspora yang bersandar pada suatu kekuatan intelektual.
Lokus penting dalam jaringan kekuatan ekonomi global dan merupakan tempat terpadat migrasi internasional. Penyebaran manusia dari berbagai belahan bumi ke berbagai belahan bumi lain, saling bertemu, berkomunikasi, membentuk jejaring, pada akhirnya merupakan pertemuan antar budaya, saling menghargai,saling menghormati, berbaur. Kesadaran yang semakin memuncak bahwa dunia ini satu, bumi adalah milik bersama, semakin mempermudah terjadinya interaksi dan saling penetrasi antar budaya. Semuanya melebur dalam kesadaran sebagai warga dunia
Namun, gejala diaspora tersebut juga dapat dinilai sebagai ancaman terhadap ekonomi, ketidakseimbangan etnis, pelemahan identitas nasional, dan pergolakan politik. Selain itu, diaspora juga dianggap sebagai ancaman terhadap identitas negara penerima karena cara-cara migran dalam berurusan dengan mereka. Perkembangan global mengenai fenomena migrasi mempunyai intensitas yang kian tak terbendung, yang kemudian dikaitkan dengan isu-isu keamanan dan stabilitas internasional
Sikap dan kebijakan berbagai negara untuk melakukan kontrol ketat atas perbatasan mereka dengan alasan bahwa arus perpindahan penduduk yang intensitasnya tinggi dapat mengancam keamanan dan stabilitas, kerap kali dihadapkan pada persoalan moral kemanusiaan.
Selain mengenai hubungan antara migrasi, keamanan, dan stabilitas negara, gejala internasional yang mengemuka dalam beberapa dekade terakhir adalah gagasan pembentukan pemerintah dunia. Hal itu membuktikan bahwa fenomena diaspora secara alamiah juga lekat dengan kemampuan inletektual,ilmu pengetahuan, dan penyebarannya.
Sebagai negara yang memiliki income per kapita yang sangat tinggi, negara maju lebih banyak menyediakan fasilitas bagi siapapun yang masuk ke negara tersebut, termasuk pendapatan besar yang mungkin didapat. Seluruh fenomena diaspora, yang mengalami akselerasi seiring dengan globalisme, tentu saja menuntut penyesuaian jika tidak boleh disebut revolusi kebijakan keimigrasian
C.     KELEBIHAN
Buku tersebut memilki kelebihan diantaranya ialah banyaknya teori yang dituliskan oleh penulis. Dengan banyaknya teori yang diberikan oleh penulis,pembaca mempunyai banyak ilmu yang berhubungan dengan diaspora dan globalisasi sehingga pembaca dapat menyikapi adanya suatau fenomena diaspora dengan jelas karena sudah dibekali oleh banyak teori
Teori yang disajikan dalam buku tersebut dikemas dengan menarik sehingga isi buku berkualitas. Kualitas buku tersebut nampak materi yang disajikan berbobot sehingga patut dijadikan referensi bagi mahasiswa yang sedang mendalami ilmu kewarganegaraan
Selain teori yang disajikan didalam buku tersbut juga ditampilkan juga contoh riil diaspora yang berkembang di Dunia, sehingga dapat memberikan imajiner bagi pembaca bagaimana konsep dari diapora itu sendiri.
D.    KELEMAHAN
Banyaknya teori yang disajikan oleh penulis membuat penulis tidak bisa mempertahankan pendapatnya. Sehingga membuat pembaca kesulitan dalam memahami arah pemikiran penulis
Bahasa yang digunakannya terlalu tinggi sehingga sulit dipahami oleh pembaca pemula. Pembaca seharusnya diwajibkan membaca literatur-literatur yang berkenaan dengan diaspora yang memiliki bahasa yang mudah dipahami terlebih dahulu sebelum membaca buku ini
Dari sekian penjelasan tentang disapora penulis tidak menyinggung sedikitpun bagaiman gambaran tentang disapora indonesia ini berkembang. Sehingga pembaca indonesia tidak memperoleh bagaimana gambaran tentang diapora indonesia dan bagaimana menyikapi fenomena diaspora.
E.     SARAN
Buku tersebut patut dijadikan referensi bagi mahasiswa yang sedang mempelajari ilmu kewarganegaraan karena buku tersebut banyak mengandung teori yang berhubungan dengan kewarganegaraan terutama diaspora. Namun penulis juga diharapkan membahas bagaimana fenomena diapora Indonesia sehingga pembaca lebih antusias karena berkaitan langsung dengan negara sendiri.

Materi yang disarankan kepada mahasiswa PPKN yang sedang mempelajari ilmu kewarganegaraan
Pada era globalisasi dan informasi sekarang, migrasi kalangan terdidik dari negra berkembang ke berbagai negara maju (brain drain) sudah menjadi tren. Kita tidak perlu mengahmbat migrasi warga Indonesia ke berbagai  belahan dunia. Yang terpenting adalah bagaimana mengelola kaum diaspora Indonesia yang memilki potensi besar itu agar memberi manfaat optimal bagi pembangunan bangsa dan negara. Kita sebenarnya agak terlambat dalam melakukan pengembangan diaspora Indonesia, karena cukup banyak negara yang sudah lama memanfaatkan diaspora mereka untuk  mengembangkan pembangunan di negraa mereka masing masing.
Contoh kontribusi dan peran diaspora yang paling terlihat adalah diaspora Israel dan diaspora Cina. Negara negara tersebut memiliki lembaga setingkat kementrian yang menangani masalah diapora. Sedangkan Indonesia, pengembangan diaspora ini baru pada tahap pembentukan Desk Diaspora.
Diaspora mereka turut menggerakan ekonomi, menggali potensi filantrofi, membawa masuknya teknologi dan investasi, serat menjadi duta bangsa yang dapat diandalkan di era global.
Oleh sebab itu kita sebagai mahasiswa yang menerawang urgensi dari diaspora Indonesia ialah Indonesia sebaiknya tidak mengubah politik kewarganegraan dari sistrem kewarganegaraaan tunggal dan ganda terbatas menjadi kewarganegaraan tidak terbatas, meskipun tidak bisa dipungkiri bahwa kaum diaspora (migran) memilki kontribusi ekonomi dan aspek lainnya kepada negara asal dan negara tempat tinggalnya saat bini termasuk para migran / diaspora dari Indonesia. Fasilitas keimigrasian khusus bagi para diapora Indonesia dapat dilakukan dengan memberikan Izin Tinggal Khusus Diaspora (ITKD) dengan ketentuan dan persyaratan khusus.
Saran terakhir,sudah saatnya Indonesai berpikir dan bersikap sabagi salah satu bangsa yang besar di dunia. Kita harus siap menjadi pemenang dalam era globalisai. Untuk itu, kita perlu menyiapkan strategi defensif, yaitu menjadi tuan rumah sendiri. Industri dalam negeri diperkuat, begitu juga dengan ketahan pangan dan energi domestik, serta banyak lagi yang lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar