RESENSI
DIASPORA : GLOBALISASI,KEAMANAN, DAN KEIMIGRASIAN
Untuk mata kuliah Konsep Dasar Kewarganegaraan
Dosen Pengampu:
Drs. Machmud Al Rasyid,SH.M.Si
Disusun oleh:
Nama : Anggi Yoga Pramanda
Nim : K6414007
PRODI
PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
SEBELAS MARET SURAKARTA
SURAKARTA
RESENSI
BUKU DIASPORA : GLOBALISASI ,KEAMANAN, DAN KEIMIGRASIAN
A. IDENTITAS
BUKU
1. Judul
buku :Diaspora :
Globalisasi, Keamanan ,dan Keimigrasian
2. Penulis : Dr. M Imam
Santoso,SH.MH.MA
3. Penerbit : Pustaka Reka Cipta
4. Tahun
terbit : 2014
5. Jumlah
halaman : 239 halaman
6. Dimensi
buku : 16 x 24 cm
B. ISI
BUKU
Diaspora
modern adalah kelompok etnis minoritas migran asal yang bertempat tinggal dan
bertindak di negara tuan rumah, tetapi mempertahankan hubungan sentimental dan
material yang kuat dengan tanah air atau negara asal mereka.
Pembahasan
mengenai diaspora tentu saja tidak bisa dilepaskan keterkaitannya dengan
migrasi manusia (human migration). Sehubungan
dengan hal tersebut, migrasi internasional yaitu per-pindahan manusia di
tataran antar negara, menjadi salah satu inti pembahasan globalisasi. Sebaran mereka
seperti sedang membangun basis global untuk sebuah evolusi jaringan diasporik
Sejalan
dengan hal itu, globalisasi menjadi tempat ideal bagi mengakarnya kapitalisme. Semangat
meraih kemakmuran membuat tempat di belahan bumi yang manapun menjadi menarik. Dengan
dukungan teknologi informasi dan komunikasi, ekonomi dunia terbentuk seperti
kumpulan jejaring, di mana dengan adanya jaringan-jaringan tersebut, roda
ekonomi dapat berputar kencang dan melingkupi seluruh belahan bumi.
Selain
karena diaspora selalu terjadi ketika terdapat celah politik, diaspora juga
adalah kelompok orang yang memiliki kemampuan merespon suatu rezim dan
perubahan politik. Di sisi lain, politik di suatu negara, sesungguhnya bisa
juga dipengaruhi oleh kekuatan diaspora yang bersandar pada suatu kekuatan
intelektual.
Lokus
penting dalam jaringan kekuatan ekonomi global dan merupakan tempat terpadat
migrasi internasional. Penyebaran manusia dari berbagai belahan bumi ke
berbagai belahan bumi lain, saling bertemu, berkomunikasi, membentuk jejaring,
pada akhirnya merupakan pertemuan antar budaya, saling menghargai,saling
menghormati, berbaur. Kesadaran yang semakin memuncak bahwa dunia ini satu,
bumi adalah milik bersama, semakin mempermudah terjadinya interaksi dan saling
penetrasi antar budaya. Semuanya melebur dalam kesadaran sebagai warga dunia
Namun,
gejala diaspora tersebut juga dapat dinilai sebagai ancaman terhadap ekonomi,
ketidakseimbangan etnis, pelemahan identitas nasional, dan pergolakan politik.
Selain itu, diaspora juga dianggap sebagai ancaman terhadap identitas negara
penerima karena cara-cara migran dalam berurusan dengan mereka. Perkembangan
global mengenai fenomena migrasi mempunyai intensitas yang kian tak terbendung,
yang kemudian dikaitkan dengan isu-isu keamanan dan stabilitas internasional
Sikap
dan kebijakan berbagai negara untuk melakukan kontrol ketat atas perbatasan
mereka dengan alasan bahwa arus perpindahan penduduk yang intensitasnya tinggi
dapat mengancam keamanan dan stabilitas, kerap kali dihadapkan pada persoalan
moral kemanusiaan.
Selain
mengenai hubungan antara migrasi, keamanan, dan stabilitas negara, gejala
internasional yang mengemuka dalam beberapa dekade terakhir adalah gagasan
pembentukan pemerintah dunia. Hal itu membuktikan bahwa fenomena diaspora
secara alamiah juga lekat dengan kemampuan inletektual,ilmu pengetahuan, dan
penyebarannya.
Sebagai
negara yang memiliki income per kapita yang sangat tinggi, negara maju lebih
banyak menyediakan fasilitas bagi siapapun yang masuk ke negara tersebut,
termasuk pendapatan besar yang mungkin didapat. Seluruh fenomena diaspora, yang
mengalami akselerasi seiring dengan globalisme, tentu saja menuntut penyesuaian
jika tidak boleh disebut revolusi kebijakan keimigrasian
C. KELEBIHAN
Buku
tersebut memilki kelebihan diantaranya ialah banyaknya teori yang dituliskan
oleh penulis. Dengan banyaknya teori yang diberikan oleh penulis,pembaca
mempunyai banyak ilmu yang berhubungan dengan diaspora dan globalisasi sehingga
pembaca dapat menyikapi adanya suatau fenomena diaspora dengan jelas karena
sudah dibekali oleh banyak teori
Teori
yang disajikan dalam buku tersebut dikemas dengan menarik sehingga isi buku
berkualitas. Kualitas buku tersebut nampak materi yang disajikan berbobot
sehingga patut dijadikan referensi bagi mahasiswa yang sedang mendalami ilmu
kewarganegaraan
Selain
teori yang disajikan didalam buku tersbut juga ditampilkan juga contoh riil diaspora
yang berkembang di Dunia, sehingga dapat memberikan imajiner bagi pembaca
bagaimana konsep dari diapora itu sendiri.
D. KELEMAHAN
Banyaknya
teori yang disajikan oleh penulis membuat penulis tidak bisa mempertahankan
pendapatnya. Sehingga membuat pembaca kesulitan dalam memahami arah pemikiran
penulis
Bahasa
yang digunakannya terlalu tinggi sehingga sulit dipahami oleh pembaca pemula.
Pembaca seharusnya diwajibkan membaca literatur-literatur yang berkenaan dengan
diaspora yang memiliki bahasa yang mudah dipahami terlebih dahulu sebelum
membaca buku ini
Dari
sekian penjelasan tentang disapora penulis tidak menyinggung sedikitpun
bagaiman gambaran tentang disapora indonesia ini berkembang. Sehingga pembaca
indonesia tidak memperoleh bagaimana gambaran tentang diapora indonesia dan
bagaimana menyikapi fenomena diaspora.
E. SARAN
Buku
tersebut patut dijadikan referensi bagi mahasiswa yang sedang mempelajari ilmu
kewarganegaraan karena buku tersebut banyak mengandung teori yang berhubungan
dengan kewarganegaraan terutama diaspora. Namun penulis juga diharapkan
membahas bagaimana fenomena diapora Indonesia sehingga pembaca lebih antusias
karena berkaitan langsung dengan negara sendiri.
Materi yang disarankan kepada
mahasiswa PPKN yang sedang mempelajari ilmu kewarganegaraan
Pada
era globalisasi dan informasi sekarang, migrasi kalangan terdidik dari negra
berkembang ke berbagai negara maju (brain drain) sudah menjadi tren. Kita tidak
perlu mengahmbat migrasi warga Indonesia ke berbagai belahan dunia. Yang terpenting adalah bagaimana
mengelola kaum diaspora Indonesia yang memilki potensi besar itu agar memberi
manfaat optimal bagi pembangunan bangsa dan negara. Kita sebenarnya agak terlambat
dalam melakukan pengembangan diaspora Indonesia, karena cukup banyak negara
yang sudah lama memanfaatkan diaspora mereka untuk mengembangkan pembangunan di negraa mereka
masing masing.
Contoh
kontribusi dan peran diaspora yang paling terlihat adalah diaspora Israel dan
diaspora Cina. Negara negara tersebut memiliki lembaga setingkat kementrian
yang menangani masalah diapora. Sedangkan Indonesia, pengembangan diaspora ini
baru pada tahap pembentukan Desk Diaspora.
Diaspora
mereka turut menggerakan ekonomi, menggali potensi filantrofi, membawa masuknya
teknologi dan investasi, serat menjadi duta bangsa yang dapat diandalkan di era
global.
Oleh
sebab itu kita sebagai mahasiswa yang menerawang urgensi dari diaspora
Indonesia ialah Indonesia sebaiknya tidak mengubah politik kewarganegraan dari
sistrem kewarganegaraaan tunggal dan ganda terbatas menjadi kewarganegaraan
tidak terbatas, meskipun tidak bisa dipungkiri bahwa kaum diaspora (migran)
memilki kontribusi ekonomi dan aspek lainnya kepada negara asal dan negara
tempat tinggalnya saat bini termasuk para migran / diaspora dari Indonesia.
Fasilitas keimigrasian khusus bagi para diapora Indonesia dapat dilakukan
dengan memberikan Izin Tinggal Khusus Diaspora (ITKD) dengan ketentuan dan
persyaratan khusus.
Saran
terakhir,sudah saatnya Indonesai berpikir dan bersikap sabagi salah satu bangsa
yang besar di dunia. Kita harus siap menjadi pemenang dalam era globalisai.
Untuk itu, kita perlu menyiapkan strategi defensif, yaitu menjadi tuan rumah
sendiri. Industri dalam negeri diperkuat, begitu juga dengan ketahan pangan dan
energi domestik, serta banyak lagi yang lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar